Wanita diciptakan oleh Allah Swt sebagai makhluk yang menyenangi keindahan, seperti pakaian yang indah, bunga-bunga, bahkan perhiasan. Mafhum bahwa wanita senang mengenakan beragam perhiasan untuk menghiasi dirinya. Hal itulah yang bisa membuat wanita bahagia dan menjadi penghiburan bagi hatinya.

Namun, apakah perhiasan yang dikenakan oleh para wanita tergolong ke dalam harta yang wajib dizakati?

Adapun dalil tentang zakat atas kepemilikan emas dan perak termaktub dalam Q.S At-Taubah: 34-35 sebagai berikut:

وَالَّذِينَ يَكْنِزُونَ الذَّهَبَ وَالْفِضَّةَ وَلَا يُنْفِقُونَهَا فِي سَبِيلِ اللَّهِ فَبَشِّرْهُمْ بِعَذَابٍ أَلِيمٍ  يَوْمَ يُحْمَى عَلَيْهَا فِي نَارِ جَهَنَّمَ فَتُكْوَى بِهَا جِبَاهُهُمْ وَجُنُوبُهُمْ وَظُهُورُهُمْ هَذَا مَا كَنَزْتُمْ لِأَنْفُسِكُمْ فَذُوقُوا مَا كُنْتُمْ تَكْنِزُون

Dan orang-orang yang menyimpan emas dan perak dan tidak menafkahkannya di jalan Allah, maka beritahukanlah kepada mereka (bahwa mereka akan mendapat) siksa yang pedih. Pada hari dipanaskan emas perak itu dalam neraka jahannam , lalu dibakar dengannya dahi mereka, lambung dan punggung mereka (lalu dikatakan) kepada mereka : Inilah harta bendamu yang kamu simpan untuk dirimu sendiri, maka rasakanlah sekarang (akibat dari) apa yang kamu simpan itu.” (QS. At-Taubah: 34-35).

Selain itu terdapat pula sabda Rasulullah yang menyatakan kewajiban berzakat atas kepemilikan emas dan perak